Kamis, 17 Juni 2010

Benarkah Putus Cinta Lebih Berat Bagi Pria


Saat patah hati, wanita bisa menangis dan curhat dengan teman. Bagaimana dengan pria?

Saat mengalami putus cinta dan patah hati, wanita biasanya menghibur diri dengan menangis, curhat kepada sahabat hingga melampiaskannya dengan makan. Ini bertolak belakang dengan pria yang terlihat lebih cuek saat menghadapi kandasnya hubungan asmara.
Sekadar informasi, di balik ketegaran yang diperlihatkan saat patah hati, pria ternyata jauh lebih terluka dibandingkan wanita. Sebuah studi menunjukkan, pria jauh lebih sedih ketimbang wanita saat putus cinta. Survei terhadap 1.000 pria lajang berusia 18-23 tahun seperti dikutip dari laman The Frisky menemukan pria terlihat lebih tegar saat putus cinta. Walaupun kelihatan lebih kuat, sebagian besar pria ternyata lebih rentan secara emosi daripada wanita.
Namun, kaum adam mengekspresikan kesedihan mereka dengan cara berbeda dari wanita. Berbeda dari wanita yang cenderung mencari teman, pria lebih banyak mengucilkan diri untuk memulihkan diri dari rasa sakit.

Penelitian ini juga menemukan, pria lebih rentan terhadap kualitas hubungan. Pria akan merasa lebih tertekan jika hubungan yang mereka anggap baik gagal di tengah jalan. Sebab, bagi pria, hubungan romantis cenderung menjadi sumber utama keintiman mereka. Sedangkan wanita cenderung memiliki hubungan dekat dengan teman dan keluarga selain dengan pasangan.

Menariknya, para ahli juga menemukan bahwa wanita lebih terpengaruh terhadap baik-buruknya hubungan yang mereka jalani dan lebih peduli terhadap hubungan. Jadi, jika sedang patah hati karena putus cinta, setidaknya ada hal yang akan sedikit meringankan penderitaan Anda. Salah satunya, fakta yang menyatakan, ada kemungkinan mantan pacar lebih sakit dari yang Anda rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar